Langsung ke konten utama

Tafsir Surah Al-A'la Dalam Kitab Al-Muntakhab

SURAH AL-A'LA (YANG MAHATINGGI)


Surah ini adalah surah Makkiyyah yang diturunkan di Mekkah dengan  19 ayat. Surat al-A'lâ ini dibuka dengan pernyataan tasbih bagi Allah swt. yang menciptakan semua makhluk yang semuanya setara dalam ketelitian dan kesempurnaan. Allah menciptakan segala sesuatu menurut kadar masing-masing yang dapat menjaga kelangsungan wujudnya. Dia, misalnya, menumbuhkan padang rumput yang hijau yang pada akhirnya akan berubah menjadi kering dan menghitam. Selain itu, dalam surat ini dinyatakan pula bahwa Allah berkehendak membacakan al-Qur'ân pada Nabi Muhammad yang selanjutnya mendapat perintah untuk menghafalkannya. Muhammad tidak akan lupa sedikit pun kecuali beberapa hal yang memang dikehendaki Allah. Allah pun berjanji akan memberikan kemudahan kepadanya. Surat ini kemudian memerintah Nabi Muhammad untuk memberi peringatan kepada manusia melalui al- Qur'ân agar orang-orang yang takut kepada Allah mendapat pelajaran. Sementara orang-orang yang celaka dan akan menjadi penghuni neraka bakal menolak. Ayat-ayat yang lain memuat pernyataan bahwa kemenangan yang sesungguhnya akan diperoleh golongan manusia yang menyucikan diri, berzikir dan bersembahyang. Surat ke-87 dalam urutan al-Qur'ân ini ditutup dengan sebuah ayat yang berisi pemberitahuan bahwa ajaran yang terkandung di dalamnya telah termuat pula dalam kitab-kitab Ibrâhîm dan Mûsâ.

  1. Sucikanlah nama Tuhanmu dari sifat-sifat yang tidak layak bagi-Nya.
  2. Tuhan yang menciptakan semua makhluk dalam bentuk sangat sempurna, penuh ketelitian dan keharmonisan.
  3. Yang menentukan kadar segala sesuatu yang akan menjamin kelangsungan wujudnya, lalu memberinya petunjuk
  4. Yang mengeluarkan dari dalam bumi aneka ragam tumbuhan sebagai tempat penggembalaan ternak.
  5. Sehingga, pada gilirannya, tetumbuhan yang menghijau itu akan berubah menjadi kering dan menghitam.
  6. Kami hendak menjadikanmu, Muhammad, dengan ilham dari Kami sebagai pembaca al-Qur'ân, lalu kamu tidak akan lupa apa yang kamu hafal.
  7. Kecuali sebagian yang memang dikehendaki Allah untuk kamu lupakan. Allah mengetahui perkataan dan perbuatan yang ditampakkan ataupun yang dirahasiakan oleh hamba-hamba-Nya.
  8. Dan Kami akan memberikan kepadamu jalan yang sangat mudah dalam setiap urusanmu.
  9. Maka berilah peringatan kepada manusia apabila peringatan itu bermanfaat. Semestinya peringatan itu bermanfaat.
  10. Orang yang takut kepada Allah akan mengambil manfaat dari peringatanmu itu.
  11. Dan orang yang celaka, yang terus menerus berbuat durhaka dan bersikap kafir akan menjauhinya.
  12. Yaitu orang yang akan masuk ke dalam api yang amat besar yang disediakan untuk pembalasan.
  13. Kemudian ia tidak akan mati di dalam neraka –sehingga dapat tenang dengan kematian itu– dan juga tidak akan hidup dengan kehidupan yang menyenangkan.
  14. Sungguh sangat beruntung orang yang menyucikan diri dari sikap kafir dan kemaksiatan.
  15. Dan mengingat nama Sang Penciptanya dengan hati dan lidahnya, lalu ia mengerjakan salat dengan penuh kekhusyukan dan kepatuhan.
  16. Tetapi kalian tidak melakukan perbuatan yang membawa keberuntungan, bahkan kalian selalu mengutamakan perhatian kepada kehidupan dunia daripada kehidupan akhirat. Sedangkan kehidupan akhirat adalah lebih baik, dengan kenikmatannya yang suci, daripada kehidupan dunia, dan lebih kekal.
18,19. Sesungguhnya apa yang tersebut dalam surat ini benar-benar telah tersebut pula dalam kitab sucikitab suci (shahîfah) terdahulu, yaitu shahîfah Ibrâhîm dan Mûsâ. Maka dengan begitu, hal itu merupakan salah satu titik temu semua agama samawi yang tercantum di dalam kitab suci-kitab sucinya.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Penafsiran Surah Al-Fatihah dalam Kitab Jalalaini

Al-Faatihah 001. (Dengan nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang) 002. (Segala puji bagi Allah) Lafal ayat ini merupakan kalimat berita, dimaksud sebagai ungkapan pujian kepada Allah berikut pengertian yang terkandung di dalamnya, yaitu bahwa Allah Taala adalah yang memiliki semua pujian yang diungkapkan oleh semua hamba-Nya. Atau makna yang dimaksud ialah bahwa Allah Taala itu adalah Zat yang harus mereka puji. Lafal Allah merupakan nama bagi Zat yang berhak untuk disembah. (Tuhan semesta alam) artinya Allah adalah yang memiliki pujian semua makhluk-Nya, yaitu terdiri dari manusia, jin, malaikat, hewan-hewan melata dan lain-lainnya. Masingmasing mereka disebut alam. Oleh karenanya ada alam manusia, alam jin dan lain sebagainya. Lafal 'al-`aalamiin' merupakan bentuk jamak dari lafal '`aalam', yaitu dengan memakai huruf ya dan huruf nun untuk menekankan makhluk berakal/berilmu atas yang lainnya. Kata 'aalam berasal dari kata `alaamah (tanda) mengingat ia ...

Tafsir Surah Al-Fatihah dalam Kitab Al-Muntakhab

Makkiyyah, 7 ayat Surat al-Fâtihah ini termasuk kelompok surat Makkiyyah yang turun di Mekah sebelum hijrah. Disebut al- Fâtihah (pembuka), karena letaknya yang berada urutan pertama surat-surat al-Qur'ân. Surat yang pertama diturunkan secara lengkap di antara surat-surat yang ada dalam al-Qur'ân ini merupakan intisari dari seluruh kandungan al-Qur'ân yang kemudian diperinci oleh surat-surat sesudahnya. Tema-tema pokok al-Qur'ân - seperti penjelasan tawhid dan keimanan, janji dan kabar gembira bagi orangorang mukmin, ancaman dan peringatan bagi orang-orang kafir dan pelaku kejahatan, tentang ibadah, kisah orang-orang yang beruntung karena taat kepada Allah dan sengsara karena mengingkari-Nya- semua itu tercermin secara singkat dalam surat ini. Oleh sebab itu, surat ini juga disebut dengan nama Umm al- Kitâb (induk al-Qur'ân). 1. Surat ini dimulai dengan menyebut nama Allah -satu-satunya Tuhan yang berhak disembah- yang memiliki seluruh sifat kesempurnaan dan tersu...

TAFSIR SURAH AL-ASHAR (KITAB FII ZILALIL QUR'AN)

TAFSIR SURAH AL-ASHAR (KITAB FII  ZILALIL QUR'AN) SURAH MASA Surah Masa Surah (103) - Makkiyah - 3 ayat بِسْمِ الّلهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ Dengan nama Allah Yang Maha Penyayang dan Maha Pengasih. ( وَالْعَصْرِ ( 1 1. Demi masa! ( إِنَّ الْإِنسَا َ ن َلفِي خُسْرٍ ( 2 2. Sesungguhnya manusia itu berada dalam kerugian. ( إِلَّا الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ وَتَوَاصَوْا بِالْحَقِّ وَتَوَاصَوْا بِالصَّبْرِ ( 3 3. Kecuali orang yang beriman dan melakukan amalan yang soleh serta saling berpesan supaya menjunjung ajaran (Allah) yang benar dan saling berpesan supaya bersikap sabar. Dalam surah yang kecil, yang mengandungi tiga ayat ini tergambar satu peraturan hidup yang sempurna bagi manusia sebagaimana yang dikehendaki Islam. Sifat-sifat pokok kefahaman keimanan serta hakikatnya yang agung dan syumul adalah tergambar begitu jelas dalam surah ini. Ia meletakkan seluruh perlembagaan Islam dalam beberapa ungkapan yang...